Z
S
A
'
S
MEYRZASHRIE TRISTYANA
20 years young of mischief
I love crowd and riot. That's why I live in Surabaya, Indonesia.
I'm bleeding red. That's why I love Liverpool Football Club.
I'm dating with nice guy who finish last. That's why I love Cobra Starship.
I'm tricking. That's why I studied at Political Department, Airlangga University.
I'm a luckiest girl alive. That's why I adore Adrie Subono and his Java Musikindo.
I hate being alone. That's why I love my friends.
I'm an extrovert. That's why I'm blogging and tweeting.
I live my own life. That's why I don't give a shit about you.
I have no reason to love Yefta Gilbert Aprideta. But I love him. More than everything.
Aku selalu bilang..
Sunday, January 8, 2012 ( 12:46:00 PM )
Ganteng, ambilin minum. Padahal begitu minumnya dateng, aku cuma minum seteguk.
Ganteng, pinjem charger dong. Padahal aku tau charger itu dimana, dan udah biasa nyolokin sendiri.
Ganteng, telpon aku. Padahal aku ga tau dia punya pulsa atau enggak. Cuma karena aku ga punya pulsa tapi aku pengen denger suaranya.
Ganteng, jemput aku. Padahal dia ngantuk.
Ganteng, aku ga mau makan, aku masih kenyang. Padahal dia kepikiran gimana kalo ntar asam lambungku naik.
Ganteng, bantuin ngerjain tugas. Padahal aku bisa, aku cuma males.
Ganteng, aku pengen coklat. Padahal aku bisa beli sendiri di convenience store paling deket.
Ganteng, aku ga mau ini, pedes. Padahal buat dia itu ga pedes, dan akhirnya dia bingung buat nyariin aku makanan lagi.
Ganteng, makananmu enak, aku minta. Padahal itu mungkin makanan favoritnya atau dia ga suka makananku, tapi kita terpaksa harus tukeran menu.
Ganteng, pinjem jaket, aku kedinginan. Padahal dia udah pake jaket itu dan dia keliatan kedinginan. Dia ngelepas jaketnya dan bilang kalo dia ga butuh.
Ganteng, udah. Padahal makananku belom habis dan nyisa banyak banget, akhirnya dia selalu nyuruh aku makan dikit lagi.
Ganteng, jangan tidur. Padahal aku selalu ninggalin dia tidur. Aku selalu minta dia buat nyanyi atau cerita, terus aku tinggal tidur.
Ganteng, bangun. Padahal dia tidur baru sebentar, setelah ngejagain aku seharian, ngambilin minum, minjemin jaket, beliin makan, nganter-jemput, dan semuamuamuanya...
Ganteng, jangan pergi. Padahal dia udah sering bilang kalo dia ga akan pernah pergi :)
♥


BIGREDS' STORY
Wednesday, December 28, 2011 ( 3:30:00 PM )
Lebih dari setahun yang lalu, gue janjian sama temen dan senior gue di salah satu tempat nongkrong di daerah Wijaya Kusuma, Surabaya. Gue inget banget itu awal Oktober dan hujan deres. Semacam badai, dan gue kedinginan ditemenin kopi. Ga lama, ada cowok ganteng masuk dan duduk di depan gue. Kenalan. Sejak itu, gue rajin ke tempat itu. Dan tempat itu.. Reds Center.
Berawal dari janjian sama senior yang bawa temen ganteng, gue mulai sering ke tempat itu sendirian karena tempat dan kopinya yang enak. Usut punya usut, itu markasnya liverpudlian Surabaya. Dan waktu itu gue kenalan sama yang punya tempat itu. Biasa gue panggil bang Deddy. Mungkin karena seringnya gue kesitu sendirian, bang Deddy yang emang dasarnya ramah banget, mulai ngajak ngobrol gue. Dan masih inget pertamanya dia tanya, "Suka bola?"
Waktu itu gue jawab kalo gue suka dan dia tanya, "Klub favorit?"
Gue sempet diem bentar, dan ngeliatin tempat yang serba merah dengan lambang dan quotes Liverpool dimana-mana.
"Sedang dalam perjalanan untuk mencintai Liverpool."
Gimana bang Deddy jelasin semua tentang Liverpool, gimana LFCTV ngasih tau pemain-pemain terbaiknya, goal terbaik, dan semua sejarah tentang Liverpool, itu semua bikin gue makin jatuh cinta. Dan akhirnya gue jatuh cinta sama cowo yang suka Liverpool juga dan jadian sampe sekarang.
Reds Center sempet pindah, dan Bang Deddy pun hilang.
Dan akhirnya beberapa bulan kemudian gue gabung BIGREDS lewat mas Dior. Beraniin diri, nyamperin dia pas pendaftaran di KFC Darmo, padahal belom kenal siapapun disitu. Ternyata anak BIGREDS ramah dan menyenangkan banget. Bisa bikin gue ga canggung buat masuk ke lingkungan mereka.
Tapi jadwal pertandingan, izin dari pacar, dan kesehatan masih susah buat diajak kerjasama supaya gue selalu bisa dateng ke acaranya BIGREDS Surabaya.
Sekarang, gue pengen banget ketemu bang Deddy, bilang makasih, pamerin kartu merah dengan tulisan 110-909 yang ada tulisan kecil 'OFFICIAL MEMBER' di pojok kiri atasnya, dan nonton bola bareng dia lagi.
HAPPY 12TH BIRTHDAY, BIGREDS. HAPPY 6TH BIRTHDAY, BIGREDS SURABAYA.
♥


14
Wednesday, December 14, 2011 ( 7:23:00 PM )
Happy 14th Monthversary!
I can't say anything but thanks to God for give me a perfect future-husband like him.
Ngobaran Beach, Yogyakarta.
December 10th, 2011.
♥


I Would Do Anything For You
Tuesday, December 6, 2011 ( 11:48:00 AM )
Foster the People
Never wanna stand up for myself.
Never wanna get in the way, I said it.
I don’t know what the plan is, but you can share with me.
Never wanna get in the way, I said it.
I don’t know what the plan is, but you can share with me.
‘Cause I’ll be listening here, to everything you say.
I won’t turn away.
And I will listen, open up my heart and I must say that I love you, so.
I’ve fallen in love, and it’s better this time than ever before.
And I will listen, open up my heart and I must say that I love you, so.
I’ve fallen in love, and it’s better this time than ever before.
I’ve fallen in love, and it’s better this time than I’ve ever known.
Every day is a battle I face.
Strange life I live but its what you've decided.
I’ll give it all into your hands.
Every day is a battle I face.
Strange life I live but its what you've decided.
I’ll give it all into your hands.
Do what you will with me, and I’ll smile when you speak.
Remember all those times I was hoping for something.
And shaking my head from all I have done, but you never left me.
Give it up for you, I would give it up for you.
I would give it up for you, I’d do anything for you.
I have fallen in love.
Remember all those times I was hoping for something.
And shaking my head from all I have done, but you never left me.
Give it up for you, I would give it up for you.
I would give it up for you, I’d do anything for you.
I have fallen in love.
(with Yefta)
♥


I'm Leaving November
( 11:37:00 AM )
November without blogpost, not because I'm busy, but I'm leaving November.
Say goodbye to November the 3rd..
I'm here, moving on, leaving past, and standing beside my loved one. Forever.
Thanks for very nice future that you promised, Yefta.
Listening to: Waste - Foster the Poeple
♥


KALIAN?
Saturday, October 29, 2011 ( 10:54:00 AM )
Blog ini jadi saksi bagaimana saya menyayangi kalian lebih dari diri saya sendiri, bagaimana saya menghargai kalian di tengah kepulan asap lebih dari mereka yang memberi saya tempat tidur, bagaimana saya memberi kalian waktu lebih dari kamar saya sendiri. Dulu.
Apa jadinya jika saya kehilangan kepercayaan kalian tanpa penghianatan dari saya? Apa yang harus saya lakukan untuk mengembalikan kepercayaan kalian dan meminta maaf atas hal yang tidak pernah saya perbuat, atau bahkan pikirkan?
Dua musim panas yang telah kita lewati bersama, kalian menyimpan pisau di punggung kalian. Tapi kita telah dibunuh waktu terlebih dahulu. Dan pisau di punggung kalian mulai berkarat dan tumpul, terlambat untuk ditusukkan.
Dua tahun terakhir nanti, semua akan berubah. Ada independensi yang tak pernah kita pikirkan dan segera saya mulai. Terima kasih atas dua tahun kemarin yang telah menjadi periode terbaik seumur hidup saya.
♥


Monday, September 5th 2011
Thursday, October 27, 2011 ( 6:43:00 PM )
Me: What the craziest thing you've done for love?
Him: Be here.
Yes I don't want to be alone. Just stop sing it, Two Door Cinema Club! And would you stay with me, @mryefta?
♥


1
Friday, October 21, 2011 ( 1:15:00 PM )
Jumat. 16 Oktober 2011. Stasiun Tugu Yogyakarta. Sekitar pukul 13.00 WIB.
Aku keluar dari kereta dan berjalan pelan tanpa arah. Ga lebih dari 15 menit, stasiun itu sepi. Aku duduk di tepi peron dan sudah menghabiskan corncut, donat, burger, dan sejenisnya secara marathon. Kehabisan akal untuk membunuh waktu.
Aku hanya anak perempuan berusia 18 tahun dengan ransel di punggungnya dan 4 pesan belum terbaca di ponselnya.
Bapak: Bpk blm bs jemput skrg. Ada rapat mendadak, jd bpk jemputnya selesai rapat. Sekitar jam 2. Nanti bpk jemput lewat pintu belakang, km jgn keluar stasiun.
Sherly: Tau gt tadi aku susulin aja ke Tugu. Jgn ke Sarkem.
Jigong: Kalo aku ga jaga stand, aku jemput deh, Pil. Aku jaga stand sendirian ini.
Sakti: Sa, km ikut MK? Good luck ya! Salam buat yg lain.
Yang terakhir memang agak ga penting dan ga diharapkan, tapi kebetulan hari itu ada kegiatan MK angkatanku. Aku kabur ke Jogja.
Akhirnya aku dijemput Bapak, dengan mobil silver dan ketidakbersalahannya karena terlambat lebih dari satu jam, dan langsung diantar ke rumah Sherly di daerah Kaliurang.
Sabtu. 17 Oktober 2009. Emperan depan Malioboro Mall Yogyakarta. Sekitar pukul 13.00 WIB.
Aku, Sherly, Wicak, dan Sigit mulai capek keliling Malioboro. Dan aku juga ada janji dengan dia, Jigong. Dia janji, dia mau traktir aku es krim waktu ketemu. Dalam keadaan kucel, bodoh, dan jongkok di depan Malioboro Mall aku tunggu dia. Di tengah pembicaran berbahasa banjar dan tawa lepas dengan Sherly, Wicak, dan Sigit, dia datang, berdiri dengan wajah polosnya dan kaos bergambar kamera.
Tampang baik-baik dan es krim gratis terlihat dari matanya. Aku pisah dari mereka dan jalan disebelahnya.
Tolol. Dia lupa parkir dimana.
Pelupa. Atau entah apa tapi butuh waktu lama untuk menentukan tujuan, atau mungkin karena aku memang harus ikut dia dulu untuk ambil uang di ATM.
Menyebalkan. Selalu tanya, "Kamu mau kemana?" Hhh.. Dia pikir aku tau nama tempat makan es krim di Jogja?
Akhirnya sekitar pukul 15.00 WIB kita sampai di Frappio, entah itu Jogja daerah mana tapi yang pasti aku ga akan bisa pulang sendirian dari situ.
Bodohnya, aku cuma pesan milkshake. Alhasil aku dapat omelan darinya tepat setelah pelayannya pergi. Cuma milkshake. Karena aku pikir, bisa ketemu dia pun cukup.
Berjam-jam dia cerewet menceritakan dirinya sendiri, kehidupannya, masa lalunya, mimpi-mimpinya, dan mantan-mantan pacarnya. Dia terlalu sibuk mempresentasikan dirinya sendiri dan aku kehilangan waktu, kehilangan kesadaran mendengar semua ceritanya yang menarikku jauh lebih dalam ke mata coklatnya.
Sabtu. 17 Oktober 2009. Frappio Yogyakarta. Pukul 16.54 WIB.
Aku ingat detail waktu itu. Aku duduk di hadapannya, sekaligus di hadapan matahari. Aku ga mengeluh, tapi dia tahu matahari terlalu terang dan dia bergeser ke kiri supaya aku terlindungi. Sambil meletakkan ponsel Sony Ericssonnya ke meja, dia bilang, "Sinar matahari jam segini tuh bagus banget buat foto."
Matanya memandang terlalu dalam ke arahku dan aku risih, salah tingkah lebih tepatnya, tidak ada pilihan lain selain membuang pandangan, ke ponselnya yang masih menyala di meja. 16.54, waktu di ponselnya.
Sabtu. 17 Oktober 2009. Jagalan. Sekitar pukul 19.00 WIB.
Dia antar aku ke tempat keluarganya Sherly, aku memang ada janji makan malam disana. Tepat setelah senyumannya, dia pergi, dan aku jatuh. Bukan jatuh cinta, tapi jatuh berlutut dan membuat luka bentuk pulau jawa di lutut.
Cukup menarik, dan semuanya tetap berjalan seperti biasa. Smsnya, ketololannya, dan perasaannya.
Senin. 10 Oktober 2011. Blackberry Messenger. Pukul 3.41 WIB.
Yefta Gilbert aprid'Eta': Aku sayang kamu..
Yefta Gilbert aprid'Eta': Happy anniversary ya sayang..
Senin 10 Oktober 2011. Kamarku, Surabaya. Pukul 4.55 WIB.
"Tuhan, terima kasih. Dua tahun yang lalu Kau pertemukan aku dengan lelaki terbaik di dunia ini. Dan setahun yang lalu Kau jadikan aku dan dia menjadi kami. Semoga kelak kami akan menua bersama dalam lindungan-Mu.", doaku.
♥


#quote
Saturday, October 15, 2011 ( 8:23:00 AM )
"Judge me only by my cover, because I don't want you to know who the real I am."
- Meyrza Ashrie Tristyana
Setiap orang punya cara sendiri untuk mempresentasikan siapa mereka. Mereka tidak akan pernah menjadi diri mereka sendiri selain di hadapan Tuhannya. Setiap orang punya rahasia.
Aku, iya. Bukan bermuka dua, hanya berusaha agar mereka lebih menilai kelebihanku daripada kelemahanku.
Aku menginjak langit dan menelan samudera, tanpa mereka tahu bahwa ada perih di punggungku yang merengek setiap saat dan masa lalu yang mengekor.

Labels: #15harimenulisdiblog
#pernikahan
Thursday, October 13, 2011 ( 11:27:00 AM )
.............................................................................................................................
Titik-titik diatas adalah deskripsi pernikahan aku dan dia.
Entah bagaimana caranya menggabungkan dua orang yang berbeda suku, keyakinan, latar belakang, selera, pemikiran, dan kehidupan.
Entah bagaimana negara ini akan menggabungkan dua orang yang saling jatuh cinta dengan gereja dan mesjid sebagai rumah ibadah kami.
Hanya Tuhan, waktu, aku, dan dia yang tahu jawabnya.
♥


Labels: #15harimenulisdiblog
#rumah
Wednesday, October 12, 2011 ( 6:52:00 PM )
"Aku pulang.."
Katanya. Oktober tahun lalu.
Dia kembali ke rumahnya, kemudian menutup pintu.
Aku mengunci pintu itu dan menelan kuncinya.
Dia harus membunuhku dulu untuk bisa pergi lagi.
Selamat datang lagi di rumahmu, sayang.
Aku tahu kamu pasti pulang.
Aku tahu kamu pasti pulang.
Ke hatiku.
ps. ini adalah lanjutan dari #mantan kemarin.
♥


Labels: #15harimenulisdiblog
#mantan
Tuesday, October 11, 2011 ( 9:54:00 AM )
"Move on, Sa. Move on."
Kata mereka di akhir Agustus tahun lalu.
Aku butuh orang lain setelah dia untuk sadar bahwa ternyata dia adalah mantan terbaik.
Aku butuh banyak waktu menyendiri untuk dapat menghitung singkatnya waktu yang kuhabiskan dengannya.
Aku butuh puluhan lagu patah hati untuk mengerti bahwa cinta itu tak selalu manis.
Sehari sebelum ulang tahunku di Mei tahun lalu, relationship request di Facebook berhasil membuatku lepas dari pertanyaan, "udah punya pacar?"
Status palsu. Dan kami baik-baik saja menjalaninya. Sampai akhirnya aku memang merasa ada yang salah.
Aku melepaskan dia pertengahan Juni hanya untuk lelaki yang tidak lebih baik darinya. Beratnya menjalani kehidupan dengan lelaki baru ini menyebabkan semuanya berakhir di akhir Agustus.
Ternyata aku sadar, aku bukan harus move on dari lelaki pertengahan Juni itu. Tapi aku harus move on dari dia, lelaki awal Mei.
Bodohnya aku yang pergi meninggalkannya dan tak mengakui bahwa aku benar-benar sayang.
Bodohnya dia yang membiarkanku pergi dan tak mengakui bahwa dia benar-benar sayang.
Bodohnya kami yang menjalani semuanya dengan kepalsuan, dan menutupi keberanian untuk saling mengakui.
Akhirnya dia datang lagi dengan senyum yang sama seperti sebelumnya. Dan aku menyambutnya dengan penyesalan. Aku kembali tanpa kepalsuan dan menghindari kesalahan yang sama. Menelan senyumnya.
Aku tak akan pernah move on.
Karena sampai detik ini, aku dengannya, setahun kemarin, semuanya sempurna.
♥

Labels: #15harimenulisdiblog
#hujan
Monday, October 10, 2011 ( 11:27:00 AM )
Aku melewatkan hujan pertama di Surabaya, semalam. Aku tertidur karena terlalu lelah beradu argumen dengannya. Padahal sudah lama aku menunggu hujan. Menunggu suaranya, wanginya, melihatnya jatuh di kolamku, membentuk cipratan yang sempurna. Dan membasahi tanah kering. Juga hati.
Hari ini, tepat setahun aku dengannya. Dan entah kenapa seminggu terakhir semuanya terasa begitu berat, begitu kering. Perasaanku.
Sampai akhirnya pagi ini aku membaca mendung di blognya, digitaltoys24..
"Kali ini saya tidak posting foto. Karena ini hari yang spesial bagi saya maka saya akan berbagi sedikit cerita.
Jalan pikiran Tuhan memang sangat sulit dimengerti. Sesungguhnya Dia memiliki kuasa untuk melakukan apapun yang Dia kehendaki, Dia memiliki kuasa untuk mengubah semuanya menjadi sesuai rencana Nya. Dia bisa saja memusnahkan Adam dan Hawa setelah mereka melanggar perintah Nya, namun Dia tidak melakukannya. Dia bisa saja menghentikan perpecahan, perang, bencana dan banyak hal lainnya, namun Dia membiarkan itu terjadi. Memang Dia sulit ditebak, tak seperti sinetron-sinetron dengan biaya produksi rendah yang sering ditayangkan di layar kaca dan menjadi konsumsi harian bagi para pembantu rumah tangga.
Tepat hari ini saya merayakan anniversary dengan pacar (yang juga calon istri) saya. Siapa sangka bila kami berkenalan di sebuah situs jejaring sosial di dunia maya: Plurk, sekitar dua tahun yang lalu. Memang sedikit sulit dipercaya. Awalnya kami sering saling balas membalas status yang sebenarnya tidak penting, pindah ke Twitter, dan juga Facebook, hingga akhirnya saya memberanikan diri untuk meminta nomer handphonenya. Dari dunia maya itu kami memiliki panggilan sayang, saya memanggilnya 'upil' dan dia memanggil saya 'jigong'.
Beberapa bulan setelah berkenalan kami bertemu di kota dimana saya tinggal: Jogja. Dia orang Surabaya dan kebetulan waktu itu sedang ada di Jogja, dia bilang ingin makan es krim, lalu saya ajak dia ke sebuah ice cream booth yang menurut saya lumayan enak (tempat dan menu nya). Disana kami berbicara panjang lebar (sebenarnya lebih banyak saya yang bicara) hingga hampir lupa waktu. Setelah pertemuan itu, ada satu kalimat yang terbentuk di otak saya: "I want her!!". Dia manis, rebel, dan asik diajak mengobrol. Sudah lama saya ingin punya pacar yang rebel, seperti saya.
Semenjak pertemuan itu frekuensi kami ber-sms dan bertelepon meningkat, cukup fluktuatif sebenernya, mengingat kami sama-sama masih mempunyai seseorang di kota masing-masing dan saya memang ingin tahu apakah dia suka sama saya, maka saya buatlah sedemikian rupa supaya dia penasaran. Terkadang saya agak kesal bila dia curhat tentang cowok yang sedang dekat dengan dia di sms atau di telpon, tapi saya coba untuk stay cool, jangan sampai terlihat kalau saya ada rasa. Tidak jarang saya iseng mengucapkan selamat malam sebelum dia tidur, atau menelponnya hingga dia tertidur. Dan saya pun sering iseng mengucapkan selamat pagi atau menelponnya pagi-pagi buta hanya untuk membangunkannya, menggangu tidurnya.
Sebelum resmi berpacaran kami pernah berpura-pura pacaran demi membuat cowok yang lagi dia dekati jealous, dan berhasil. Keberhasilan itu malah akhirnya membuat saya jealous karena dia jadi sangat dekat sama cowok itu, sejak itu saya tambah yakin kalau saya suka dia atau bahkan mungkin bisa dibilang sayang karena tak jarang saya kuatir bila dia bilang dia sakit di sms. Tapi waktu itu saya tetap mencoba bersikap biasa saja, sok jual mahal.
Kami melewati banyak orang sebelum bertemu, setelah kenal, dan sebelum berpacaran. Kami tak menyangka kalau akhirnya kami berpacaran, mengingat kami kenal dari dunia maya. Ya, Tuhan memang tak bisa diduga. Sudah setahun kami berpacaran, saya telah dibawa masuk ke keluarganya. Dan dalam waktu dekat saya akan membawa dia masuk ke keluarga saya. Kami memang telah menjalani ini dengan serius, saya ingin dia jadi yang terakhir, begitupula dia ingin saya menjadi yang terakhir. Tak mudah berpacaran jarak jauh. Sebelum harga BlackBerry berbanding tipis dengan harga cabai dan pengguna BlackBerry membludak, kami tak ada masalah berkomunikasi menggunakan BlackBerry Messenger. Kesulitan paling hanya ketika kami beda jadwal, ya, kami sama-sama sibuk di kota kami masing-masing. Perbedaan pendapat terkadang terjadi tapi itu tak pernah berlangsung lama. Kami mencoba saling mengerti dan memahami, kami tahu kami memiliki sangat banyak waktu untuk hal itu, mungkin seumur hidup, tapi kami ingin melakukan yang terbaik bagi pasangan kami.
Semoga Tuhan berpihak pada rencana kami. Terimakasih telah mempertemukan kami. Dan terimakasih juga pada pembuat Plurk, Facebook dan Twitter. Semoga apa yang kami harapkan didengar oleh Tuhan.
Aku sayang kamu, Meyrza Ashrie Tristyana. Aku sayang kamu, bagaimanapun kamu. Dan izinkan aku jadi orang yang merubah nama belakangmu."
Dan kemudian.. hujan. Hujan yang akhirnya membasahi pipi dan hati yang kering. Siapa yang pernah menyangka?
Betapa bodohnya aku yang sempat (hampir) terpikir untuk meninggalkannya hanya karena merasa berat menjalani ini seminggu terakhir, padahal masih ada minggu-minggu berat lainnya di depan sana.
Aku berjanji, seberat apapun hidupku dan hidupnya suatu saat nanti, sekering apapun tanah yang kami pijak nanti, aku akan selalu bersabar menunggu hujan.
Baru satu tahun. Masih ada puluhan tahun untuk hidup dengannya.
♥

Labels: #15harimenulisdiblog
#hadiah
Sunday, October 9, 2011 ( 8:32:00 PM )
"Semoga isinya adalah dia beserta cintanya."
Kataku dalam hati seraya membuka kotak kado warna merah yang bertuliskan 'dari: Tuhan'.

Labels: #15harimenulisdiblog
#jendela
Saturday, October 8, 2011 ( 5:20:00 PM )
Jendela ini dilapisi dengan teralis baja berwarna hitam dan sangat rapat. Terkesan jahat.
Dibuat hanya untuk mempersilahkan udara dan cahaya masuk ke dalam ruangan ini.
Aku duduk tenang dibalik jendela, menikmati secangkir kopi.
Sesekali memandang keluar namun tak ingin keluar.
Tak ada yang menarik di luar sana, aku sudah merasa nyaman dan aman di dalam sini.
Sayang, terima kasih.
Hanya ada jendela berteralis dalam ruang hatimu.
Bukan pintu yang cukup untukku keluar dari sini.
♥


Labels: #15harimenulisdiblog
#pesan
Friday, October 7, 2011 ( 9:21:00 PM )
Sayang, aku ga kuat pacaran jarak jauh.
Sayang, aku ga kuat pacaran jarak jau
Sayang, aku ga kuat pacaran jarak ja
Sayang, aku ga kuat pacaran jarak j
Sayang, aku ga kuat pacaran jarak
Sayang, aku ga kuat pacaran jara
Sayang, aku ga kuat pacaran jar
Sayang, aku ga kuat pacaran ja
Sayang, aku ga kuat pacaran j
Sayang, aku ga kuat pacaran
Sayang, aku ga kuat pacara
Sayang, aku ga kuat pacar
Sayang, aku ga kuat paca
Sayang, aku ga kuat pac
Sayang, aku ga kuat pa
Sayang, aku ga kuat p
Sayang, aku ga kuat
Sayang, aku ga kua
Sayang, aku ga ku
Sayang, aku ga k
Sayang, aku ga
Sayang, aku g
Sayang, aku
Sayang, ak
Sayang, a
Sayang, aku kangen. Kapan kita ketemu lagi?
♥


Labels: #15harimenulisdiblog
who was here
leave your message
OR
ask something?
darlinks
visit them
Yefta Gilbert Aprideta
Catharina Niken
Danastri Putri
Adelia Chitra
Kikih Amelia
Priscilla Huwae
Raditya Dika
yesterday
watch me waste my life away
March 2009
April 2009
May 2009
July 2009
August 2009
September 2009
October 2009
November 2009
December 2009
January 2010
February 2010
March 2010
April 2010
May 2010
June 2010
July 2010
August 2010
October 2010
November 2010
December 2010
January 2011
February 2011
March 2011
April 2011
May 2011
June 2011
July 2011
August 2011
September 2011
October 2011
December 2011
January 2012
DAILY TWEETS
I'M TALKING SHIT IN 140 CHAR